Website Resmi MTsN 6 Hulu Sungai Selatan

MTsN 6 Hulu Sungai Selatan

Jl. Paulutan Desa Durian Rabung Kec. Padang Batung Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan 71281

Makna Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah

Padang Batung – Tahun Baru Islam setiap 1 Muharram  tentu terasa spesial bagi para umat Islam di seluruh dunia karena memiliki sejarah Islam yang penting dan makna yang sangat mendalam. Sayangnya masih ada peserta didik yang belum mengetahui mengapa 1 Muharram menjadi Tahun Baru Islam dan tanggalpun menjadi merah sehingga madrasah diliburkan untuk memperingatinya.

Sebelumnya perlu dijelaskan bahwasanya 1 Muharram 1442 Hijriah sudah terhitung sejak Magrib kemarin (Rabu, 19 Agustus 2020) sampai dengan Magrib  hari ini  (Kamis, 20 Agustus 2020) karena perhitungan kalender Hijriah berbeda dengan perhitungan kalender Masehi.

Setidaknya ada tiga makna Tahun Baru Islam yang perlu kita ketahui.

1. Hijrahnya Nabi Muhammad

Menurut riwayat para ulama pakar tarikh, tarikh Islam mula-mula ditetapkan oleh Umar bin Khattab Ra ketika ia menjadi khalifah pada tahun 17 Hijriyah. Beliau menetapkan dimulai dari hari hijrahnya Nabi Muhammad  SAW dari Makkah menuju Madinah, yaitu awal tahun Hijriyah yang dimulai dengan penyebutan nama Muharram.

1 Muharram kemudian diperingati sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah, Islam mengalami perkembangan pesat dan semakin menyebar hingga ke Mekkah dan wilayah sekitarnya.

Nabi Muhammad SAW memutuskan hijrah setelah memperoleh wahyu dan perintah dari Allah untuk menyebarkan ajaran Islam ke masyarakat.

2. Bentuk Perjuangan Nabi Muhammad dan Para Sahabat

Tahun baru Islam juga dimaknai sebagai semangat perjuangan yang tak kenal lelah dan putus asa dalam menyebarkan agama Islam oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Meskipun banyak tantangan dan rintangan, Nabi Muhammad SAW dan sahabat tak pernah menyerah atau pesimis. Bahkan Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah meninggalkan tempat kelahirannya, saudara, dan harta bendanya hanya agar bisa memenuhi perintah dan wahyu yang diberikan Allah SWT.

3. Intropeksi diri

Pergantian tahun baru Islam juga dimaknai sebagai momen untuk intropeksi diri atau muhasabah. Seiring waktu yang terus berjalan dan berlalu, dengan adanya tahun baru Islam, diharapkan umat muslim lebih mawas diri, introspeksi dan bermuhasabah atas segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama 12 bulan.

Sekaligus memikirkan apa yang harus diperbaiki dan amalan apa yang harus ditinggalkan di tahun mendatang.

Itulah makna-makna Tahun Baru Islam yang perlu kita ketahui.

Semoga dengan semangat hijrah, kita menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat untuk kebaikan umat manusia. Kullu am wa antum bikhair. (Muhammad Said, S. Pd)

 

[elementor-template id="1197"]

Tinggalkan komentar